Syawal, Hanyalah Awal Bukan Akhir

Syawal, Hanyalah Awal Bukan Akhir

IS
Ismail Suardi Wekke

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Sorong – Idulfitri disebut dalam percakapan lebaran. Orang Bugis menyebutnya malleppe. Secara harfiah, bermakna melepaskan, melipat, merapikan.

Dalam satu kesempatan, dipesankan oleh muballigh. Jangan sampai makna kedua atau ketiga yang digunakan. Dimana justru pakaian yang dipakai selama Ramadan dilipat dan dirapikan. Sehingga aktivitas ibadah yang semarak sebagaimana keriuhan Ramadan tidak terjadi lagi.

Begitu pula kita dengan mudah saksikan, dimana jamaah yang usai melaksanakan idulfitri tidak lagi merapikan koran yang dijadikan alas sajadah.

Justru koran-koran itu bertumpuk dan memerlukan lagi panitia kecil untuk membersihkan Kembali lapangan seusai digunakan untuk salat idulfitri.

Justru tidak wujud kesadaran untuk mengambil masing-masing koran itu dan mengumpulkannya dalam satu tempat. Atau membuangnya sendiri ke tempat sampah.

Ini satu potret dimana kesalehan yang baru saja dilaksanakan dalam komunikasi dengan Allah tidak terejawantahkan dalam konteks lingkungan dan kebersamaan di masyarakat.

Padahal, syawal sejatinya adalah awal. Bukan akhir dari segalanya. Seperti kata dalam Bahasa Bugis tadi, melepaskan. Dimana bukan makna kata yang kedua atau ketiga dipakai.

Justru dengan melepaskan seluruh dosa dan meraih ketaqwaan membentuk kesalehan dalam masyarakat.

Paling tidak dimulai dari pelaksanaan ibadah di hari raya.

Hari-hari Ramadan akan tercermin dalam sebelas bulan berikutnya. Dimana kinerja yang dilaksanakan selama ini akan tumbuh dan juga berkesinambungan dalam pelbagai bentuk aktivitas.

Betapa juga kita belum bisa memahami, dimana haji dan ubudiyah lainnya semakin semarak. Namun, dalam satu kondisi korupsi dan juga penyelewengan jabatan bertambah mewabah.

Ataukah, jangan-jangan tidak ada korelasi diantara keduanya. Kinerja ubudiyah menjadi satu variabel tersendiri. Sementara memperdagangkan jabatan juga menjadi pembolehubah yang lain.

Bagi kita yang baru saja melewati Ramadan, datangnya syawal tak lebih dari permulaan untuk melanjutkan kembali apa yang kita sudah capai dalam bulan sebelumnya.